Perencanaan Keuangan? Ah, (nggak) ribet!

invest-financial-planning-icon
sumber : google.com

Kabarnya, hanya segelintir orang di Indonesia yang #MelekFinansial, padahal jumlah keseluruhan penduduk Indonesia mencapai 250 juta orang. Sisanya? Masih #MeremFinansial *eh maksudnya buta soal hal-hal yang berbau keuangan.

Pasti di antara kita banyak yang berpikiran bahwa perencanaan keuangan itu ribet. Sama, awalnya saya juga begitu. Dulu nggak kepikiran kalau keuangan harus direncanakan sedemikian rupa supaya kalau sudah tua tinggal duduk nyaman menikmati hidup. Masing-masing dari kita pasti sebenarnya tahu bahwa perencanaan keuangan itu penting, bok ya mindsetnya masih kepikiran tentang ribetlah, nggak bisa bebas menikmati hidup, terlalu kaku atau bahkan merasa terkekang dengan adanya perencanaan keuangan. Intinya merasa nggak bisa ini-itu, padahal sudah merasa lelah bekerja mencari uang (bagi yang sudah bekerja).

Namun tiba-tiba saya (baru saja) sadar, ketika kuliah di semester 5 ini ada mata kuliah yang membahas tentang Personal Finance[1]. Pada buku tersebut hal pertama dan utama (pada Chapter 1) ternyata berjudul “Planning Your Personal Finances”. Wah, ternyata selama ini, kita (terutama saya) luput tentang hal yang penting bahwa keuangan harus direncanakan dan dikelola dengan baik agar tujuan keuangan bisa tercapai.

Beberapa hal mungkin kita sepelekan, misalnya saja membuat daftar belanja dan tak bisa (atau tak peduli) membedakan manakah yang kebutuhan dan mana yang hanya keinginan saja.

(Pengen) terlihat kaya, tapi nyatanya banyak utang? Waduh, gawat! Lebih baik Yuk, Atur Uangmu!

Beberapa waktu lalu salah seorang dosen saya mengatakan bahwa seringnya kita mengukur kekayaan seseorang hanya dengan apa yang terlihat. Bener nggak sih? Bener (banget) juga sih! 😀 Biasanya kita iri lihat si A ‘kaya raya’ karena berpenghasilan sekian puluh juta atau ratusan juta plus punya rumah di perumahan mewah dan punya mobil banyak.

Terus masalahnya apa? Masalahnya adalah: sebenernya si A kaya raya seperti yang kita pikirkan nggak sih? Mungkin ada yang bertanya-tanya, “ngapain sih repot-repot mikirin si A?” Eitts, tunggu dulu! Manusia itu punya kecenderungan untuk membandingkan sesuatu lho! Ingat nggak “rumput di halaman rumah tetangga selalu lebih subur dan hijau dari rumput di halaman rumah sendiri”? Yaps! Here we go!

Sebenarnya, kekayaan bersih (Net Worth) atau juga sering disebut kesejahteraan itu diukur sebagai berikut[2] :

Net.jpg

Net worth (kekayaan bersih) = Items of value (apa yang kamu miliki/harta) – Amounts owed (apa yang menjadi kewajiban/utang)

Mungkin saja si A memiliki banyak harta (rumah dan kendaraan mewah), tapi kita tak pernah tahu kan seberapa besar utang yang dimilikinya? Kalau ternyata rumah dan kendaraan mewah tadi masih berstatus ngutang? Hmm… >_<

Tapi ‘kan penghasilannya besar? Iya, penghasilannya besar tapi kemana saja larinya penghasilan yang besar itu? Jangan-jangan lebih besar pasak daripada tiang? Kalau penghasilannya ternyata hanya untuk konsumtif dan bayar utang saja gimana? Terus proteksi dan pengembangan aset agar produktif gimana? Nah, untuk itulah diperlukan perencanaan keuangan. Yuk, Atur Uangmu! 🙂

Kan sekarang saya belum berpenghasilan, ngapain mikirin kayak gini? Justru selagi masih muda dan belum berpenghasilan, kita bisa mulai membuat sketsa bagaimana nantinya keuangan kita supaya mimpi kita tercapai dan nggak terjerumus ke dalam gaya hidup hedonis. Untuk yang sudah berpenghasilan, perencanaan keuangan itu penting banget lho sebab pastinya masing-masing dari kita punya mimpi dan tujuan yang diharapkan dapat terwujud. Masa rasanya sudah capek-capek kerja kok nggak kesampean juga ya? 🙂

Nah, gimana langkah-langkah menyusun Rencana Keuangan?

Menurut buku Personal Finance, langkah menyusun Rencana Keuangan seperti ini:

financial_planning-process.jpg

  • Langkah pertama : Determine current financial situation

Kita harus tahu di mana posisi kita sekarang. Maksudnya, kita menetapkan apa saja yang menjadi aset (harta) kita dan apa saja kewajiban (utang) kita, sehingga bisa diketahui Net Worth (kekayaan bersih) yang kita miliki. Perhitungan sederhananya bisa seperti rumus mencari Net Worth di atas, namun alangkah lebih baiknya membuat Neraca atau daftar kekayaan dan utang yang dimiliki.

Nah, ada satu hal lagi yang harus diperhatikan nih! Memperhatikan laju arus kas (cash flow). Apa sih itu? Itu lho, seperti si A tadi, kita harus mengetahui kemana saja larinya penghasilan kita. Kalau bisa, jangan sampai arus kas kita lebih besar pengeluaran dibanding pendapatan 🙂

  • Langkah kedua : Develop your financial goals

Setiap orang memiliki impian dan tujuan hidup yang membutuhkan dukungan keuangan. Di sini kita harus menganalisa prioritas tujuan tersebut. Mulai bedakan yang mana kebutuhan dan keinginan. Jangan lupakan tentang adanya resiko ketidakpastian yang akan mengganggu tercapainya tujuan!

  • Langkah ketiga : Identify alternative courses of action

Pilih langkah alternatif untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Misalnya dengan menabung setiap bulan dengan jumlah yang sama, atau karena demi tercapainya tujuan maka diputuskan untuk berinvestasi di instrumen keuangan lain selain tabungan.

  • Langkah keempat : Evaluate alternative

Tahap ini adalah tahap evaluasi atas alternatif yang ditetapkan akan digunakan dalam mencapai tujuan. Di sini kita menilai konsekuensi atas pilihan instrumen yang akan digunakan dan mempertimbangkan resiko yang ada. Misalnya resiko inflasi, tingkat suku bunga, resiko yang mungkin terjadi pada penghasilan (PHK), resiko yang mungkin terjadi pada diri sendiri (kesehatan), maupun resiko likuiditas.

  • Langkah kelima : Create and implement your financial action plan

Buat dan terapkan rencana keuangan yang telah ditetapkan. Misalnya, kita memiliki tujuan untuk memiliki rumah senilai 250 juta dalam jangka waktu 10 tahun. Hal ini berarti setiap tahunnya kita harus menyimpan 25 juta. Bagaimana caranya? Bisa saja dengan menekan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu sehingga setidaknya kita harus bisa menabung minimal 2,1 juta sebulan. ACTION!

  • Langkah keenam : Review and revise the financial plan

Perencanaan keuangan adalah proses yang dinamis dan dapat berubah. Kita harus terus meninjau perkembangan dari langkah yang kita lakukan demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Banyak faktor yang tidak kita inginkan ternyata menghambat tercapainya tujuan.

Wah, sekarang udah tahu dong ya tentang Perencanaan Keuangan! 🙂 Tapi tunggu dulu.. untuk menjalankan rencana keuangan membutuhkan kedisiplinan dan di samping itu juga dibutuhkan proteksi. Lho, proteksi? Buat apa? Di langkah keempat tentang evaluasi atas alternatif yang  ditetapkan, ternyata banyak sekali resiko yang mungkin terjadi, untuk itu diperlukan proteksi agar dampak dari resiko dapat diminimalisir.

Salah satu dosen saya pernah menjelaskan cara mudah mengenali resiko, yaitu sesuatu yang tidak diharapkan dan berpotensi menimbulkan kerugian sehingga tidak tercapainya tujuan yang diharapkan.

Nah, gimana cara proteksinya? Caranya adalah dengan berasuransi! 😉

Kenapa sih harus asuransi? Karena dengan adanya asuransi, setidaknya kita sudah berusaha menjaga rencana keuangan yang kita buat agar tetap bisa mencapai tujuan yang diharapkan meskipun terjadi resiko-resiko yang tidak diinginkan.

664xauto-asuransi-murah-berpremi-rp-50-ribu-meluncur-bulan-depan-140516f
sumber : google.com

Secara sederhana, asuransi adalah upaya mengalihkan kerugian ekonomi dari resiko yang mungkin terjadi ke perusahaan asuransi [3]. Dalam asuransi dikenal istilah tertanggung dan penanggung. Apa bedanya? Tertanggung adalah pihak yang berpotensi memiliki resiko dan menyalurkan resiko. Sedangkan Penanggung adalah pihak yang menerima resiko. Pengalihan kerugian ekonomi dari resiko ini legal dengan adanya perjanjian antara tertanggung dengan penanggung yang akrab dikenal dengan Polis Asuransi. Nah, dengan pemindahan atau pengalihan kerugian ekonomi dari resiko inilah yang menyebabkan adanya biaya yang disebut Premi. Premi ini yang dibayar secara berkala dari pihak tertanggung kepada penanggung.

Menurut Prita Ghozie dalam kultweetnya di @PritaGhozie : Apabila terjadi risiko kematian pada nama tertanggung, maka klaim tunai akan cair dan diberikan kepada ahli waris. Jadi, nama tertanggung bukan penikmat klaim tunai asuransi.

Dalam buku Make Your Own Plan! dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis asuransi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa dimaksudkan untuk mengkaver keberlangsungan hidup apabila si tertanggung yang merupakan pencari nafkah meninggal.

  1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan pribadi maupun keluarga.

  1. Asuransi Kendaraan Bermotor

Asuransi kendaraan bermotor dimaksudkan untuk melindungi resiko kerusakan yang mungkin terjadi atas kendaraan bermotor yang kita miliki.

  1. Asuransi Kerugian Terhadap Rumah Tinggal

Asuransi ini bertujuan untuk melindungi nilai ekonomi aset properti yang dimiliki dari kebakaran, kecurian, banjir dan gempa bumi.

Pada dasarnya asuransi terbagi dua jenis, yaitu :

  1. Asuransi Jiwa Tradisional
  2. Asuransi Jiwa Modern : Unit Link

Asuransi Jiwa Tradisional terbagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Berjangka)
  2. Asuransi Jiwa Whole Life (Seumur Hidup)
  3. Asuransi Dwiguna

Sedangkan Asuransi Jiwa Modern : Unit Link merupakan produk gabungan antara asuransi dan investasi.

Setelah mengetahui jenis-jenis asuransi, mari kita kenali salah satu Penanggung yang merupakan Perusahaan Asuransi terkemuka di Indonesia 🙂 siapa tuh? Pasti pernah dengar Sinarmas MSIG Life dong!

Sinarmas MSIG Life adalah anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial yang terpadu dan menyeluruh. Akhir tahun 2015, Sinarmas MSIG Life tercatat sebagai 10 besar perusahaan dengan aset terbesar di industri asuransi jiwa, yaitu senilai Rp 15,65 triliun. Total pendapatan premi tercatat senilai Rp 6,59 triliun dengan Angka Risk Based Capital (RBC) yang tetap tinggi, yaitu 466,46% untuk konvensional dan 53,87% untuk syariah. Untuk memperkuat 108 kantor pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia dalam melayani lebih dari 1,2 juta nasabah individu dan kelompok, Sinarmas MSIG Life hadir di kantor manajemen baru di Sinarmas MSIG Tower di area perkantoran Jl. Jendral Sudirman Jakarta.

Oh ya, yang paling penting Sinarmas MSIG Life ini sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lho!

Untuk kenal lebih dekat, langsung aja pergi ke corporate websitenya di www.sinarmasmsiglife.co.id 🙂

Websitenya informatif banget lho! Untuk orang awam seperti saya, di menu Home terdapat sidebar menu Solusi Produk Tahapan Kehidupan. 🙂 berhubung saya masih Lajang *ehem* maka saya pilih Tahapan Kehidupan Lajang seperti gambar berikut :

1
Tampilan pada sidebar menu Solusi Produk Tahapan Kehidupan

Maka akan muncul tampilan seperti ini :

3.jpg
Tampilan pada Tahapan Kehidupan Lajang

Kita dapat memilih berbagai produk asuransi sesuai jenis asuransi pada tahapan kehidupan Lajang. Jenis yang tersedia yakni Saving & Investment, Life & Protection, Health, dan Riders. Oh iya, ada Riders di sana. Riders itu apa sih? Riders adalah perluasan jaminan atau asuransi tambahan atas asuransi yang diambil.

Selain itu ada menu lain selain Solusi Produk Tahapan Kehidupan, yakni Kalkulator Finansial. Terdapat tiga kalkulator finansial seperti berikut :

4.jpg

Kalkulator Finansial Pensiun ini digunakan dalam menghitung dana yang dibutuhkan untuk menghadapi masa pensiun.

Yang kedua adalah Kalkulator Finansial Edukasi :

7

Ada pula Kalkulator Proteksi Penghasilan untuk mencari tahu berapa jumlah proteksi penghasilan yang butuhkan untuk keluarga tercinta, apabila terjadi resiko pada Anda, sebagai sumber penghasilan keluarga.

5

Jika pada menu kita memilih menu Produk, kita bisa memilih Produk Individu, Produk Bank atau Produk Kumpulan. Misalnya kita memilih Produk individu maka akan muncul tampilan seperti ini:

6

Tersaji pilihan Asuransi Dasar Tradisional, Asuransi Unit Link dan Asuransi Syariah 🙂

Di samping asuransi, yang harus kita lakukan adalah Membentuk Dana Darurat dan Investasi. Dana Darurat digunakan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak terduga. Sedangkan investasi digunakan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan dengan menjadikan dana yang kita kumpulkan lebih produktif.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, Atur Uangmu dari sekarang dan jangan lupa proteksi dengan Asuransi Sinarmas MSIG Life ya! #YukAturUangmu #SmiLeWithME

[1] Kapoor, Dlabay, Hughes. 2015. Personal Finance Eleventh Edition. New York: Mc-Graw Hill Education

[2] Kapoor, Dlabay, Hughes. 2015. Personal Finance Eleventh Edition. New York: Mc-Graw Hill Education. Hal 92.

[3] Pandji Harsanto, SE, CFP®, CHt dan Diana Sandjaja, SE, CFP®. 2014. Make Your Own Plan. Jakarta: Elex Media Komputindo

[4] Website Sinarmas MSIG Life : www.sinarmasmsiglife.co.id

webannerr-blogger

Iklan

8 thoughts on “Perencanaan Keuangan? Ah, (nggak) ribet!

  1. Mbak Dias anak FE ya? Mantap nih, pembahasan ttg financial planningnya sgt menyeluruh. Kebetulan saya blm punya asuransi, bisa ngunjungin webnya Sinarmas nih buat kepo2.

  2. wah saya udah loh ikutan asuransi yang plus asuransi. udah dulu banget jadi masih bisa premi 300rb. Sekarang denger-denger udah enggak bisa segituan. tapi enggak tahu juga yah, mungkin beda perusahaan, beda kebijakan.
    oh iya kalau kebetulan cari tips fotografi mampir juga dong ke blog saya di
    gariswarnafoto[dot]com
    yuukk mariii

    • Hai kak.. Salam kenal.. Terima kasih atas kunjungannya 🙂
      Wah mantap juga nih ya udah ikutan asuransi, semoga perencanaan keuangannya bisa terus terjaga dengan bantuan asuransinya dan tujuan keuangannya tercapai ya 🙂
      Okee, nanti mampir ke blog kakak. Sekali lagi terima kasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s