Kisah antara Aku dan Kamera Ponselku

Asus Zenfone Laser giveaway
Giveaway Aku dan Kamera Ponsel

“Ayooo… Foto dong fotooo… Ikutan doongg!!”

Kalimat itu jadi sering terlontar dari mulutku ketika menemukan spot foto yang bagus atau sedang geregetan menemukan momen yang keren. Maklum, ponselku (panggilan kesayangannya ‘Abuy’) hanya difasilitasi dengan kamera tunggal (kamera belakang) dan itupun hanya 2 Megapixel. Whattt?? Yes! Hanya 2 Megapixel dengan resolusi yang ala kadarnya (kalian harus percaya ini). Ponsel ini bergaya di zamannya dan sekarang zamannya sudah usai. Tapi mau bagaimanapun juga dia tetap kesayangan sampai sekarang 😀 (iyalah kalau nggak disayang, mau pakai apa lagi hehe)

Dengan kekurangan itulah yang sering membuat aku geregetan ketika sedang menemukan momen-momen yang dirasa memorable untuk diabadikan. Jadi mau nggak mau mumpung punya temen-temen yang baik hati-ramah-tidak sombong-plus-mau berbagi, numpang foto bareng deh 🙂

Dulu, (duluuuuuu banget) aku anti banget kalau difoto. Musuhan sama kamera. Gak suka kalau difoto. Tapi lama-kelamaan aku sadar kalau kita takkan pernah menemukan kenangan yang sama di suatu tempat untuk kedua kalinya sekalipun bersama orang yang sama. Oke fix berarti harus punya kenang-kenangan! So, mulai detik itu nggak ada momen yang boleh terlewatkan!

Syukurnya, waktu itu Bapakku pengertian dengan memberikan ponsel berkamera pertama buatku di tahun 2010. Yeah, akhirnya bisa mengabadikan momen sendiri! 😀 Sayangnya, kamera ponsel waktu itu kalau hasilnya dipindahkan ke PC atau komputer jadi pecah-pecah atau blur (boro-boro ngarepin bisa di zoom wkwkwk). Ponsel pertama ini berakhir miris karena tiba-tiba seluruh isi galeri di kartu memori menghilang! Aaaaaaaaaaaaa….. 😥

Waktu terus bergulir, aku pun harus memiliki ponsel baru karena semua benda ada masa pensiunnya (alias ponsel lama pensiun karena rusak). Setelah tabungan dirasa cukup, akhirnya aku mulai cari ponsel baru. Berbekal keyakinan, aku memilih ponsel yang sesuai dengan budget saat itu tapi tetap dengan brand yang dominan menguasai pasaran ponsel.

Kala itu tahun 2013, ponsel berkamera 2 Megapixel yang hingga saat ini kugunakan masih tergolong bagus dengan harga yang sesuai dengan kantong anak SMK (sangat jauh jika dibandingkan sekarang). Saat itu rasanya belum terlihat kekurangan kamera si Abuy ini . Meskipun hanya kamera belakang yang kalau mau foto selfie harus dibalik dulu ponselnya terus ambil ancang-ancang buat foto (kayaknya nggak cuma aku doang yang kayak gini -_-) dan harus berkali-kali ulang foto kalau ternyata fotonya gerak atau goyang sedikit (Oh my God!). Ditambah lagi fotonya gak langsung jadi saat diklik, butuh beberapa detik dulu hehe :’)

Oh ya, waktu itu sih belum ngeluh walau hasil kameranya bening hanya saat di luar ruangan, masih biasa-biasa aja. Tapi kalau sudah di dalam ruangan agak kecewa juga jadinya:

foto0669.jpg
dok.pribadi

Huhuhuh 😦 mana mama paling susah diajak foto, sekalinya diajak foto pas kelulusan SMK malah begini hasilnya… kecewa deh.

Walau hasil foto ala kadarnya begitu kalau di dalam ruangan, masih belum ada masalah apapun sama kameranya, jadi masih selow aja… Hingga akhirnya menginjak usia 1 (satu) tahun (sekitar tahun 2014), kameraku ini mulai menunjukkan protes karena terlalu sering digunakan. Tiap 10 (sepuluh) kali jepret foto, kameranya langsung nge-hang (loadingnya muter-muter terus layar jadi gelap gitu) dan kadang-kadang ponselnya langsung mati. ckckck 😥 Tolooonnggg….

Momen yang paling menyedihkan dan agak membuat malu itu ketika sedang ikut Seminar Pasar Modal di Bursa Efek. Waktu itu ada mbak-mbak (sesama peserta seminar) yang menghampiriku dan Ratna (temanku) dengan malu-malu, ternyata minta tolong difotokan karena ponselnya low baterai. Dengan senang hati akhirnya kami membantu dia, maklum gedung Bursa Efek itu keren abiiieeezzzz jadi sayang kalau nggak foto-foto dulu. 😀

Awalnya Ratna yang membantu mbak-mbak itu, tapi akhirnya dia pulang duluan bersama kakaknya. Tinggallah aku dan si mbak yang masih ingin foto-foto. Ternyata setelah melebihi 10 kali jepretan (sebenarnya sudah belasan kali), kameraku langsung nge-hang >_< haduuhh malu banget ih waktu itu mbaknya nanya ponselku kenapa (dalam hati aku juga bertanya, “Kenapa kameranya nge-hang di saat-saat genting kayak ini?”) Aku jawab sih nggak kenapa-kenapa dan akhirnya dia bilang foto-fotonya cukup segitu aja. Bukannya lega, aku malah makin panik mendengarnya. Kalimat yang meluncur dari mulut si mbak berikutnya adalah “tolong dikirimin aja ya mbak fotonya.. ke BBM saya aja.” Haduh, mana ponselku nggak ada BBMnya, sekarang lagi nge-hang pula. Huffttt 😮 Akhirnya aku jawab, “maaf mbak ponsel saya belum ada BBM-nya”. Eh, karena memang masih ada jalan lain, mbak itu kembali menjawab, “yaudah bluetooth aja ya kalau gitu?”. Huaaaaaaaa ini kameranya masih nge-hang plus ponselnya juga ikut-ikutan mati dan belum bisa nyala……

Setelah ditunggu beberapa lama, sembari menunggu hujan mereda di kawasan Sudirman itu, alhamdullillah ponselku bisa dinyalakan kembali. Si mbak pun yang ikut menunggu langsung riang melihat Abuy kembali hidup. Langsung kubuka galeri foto dan menandai foto-foto si mbak tadi. Ternyata yang berhasil dikirim hanya sekitar 5 foto dari belasan foto tadi. Aku dan mbak-mbak itu bingung dengan kejadian ini. Dia langsung bertanya, “kok cuma 5 mbak?”. Aku yang saat itu bingung dengan keadaan seperti ini kembali panik. Akhirnya aku hanya bisa minta maaf karena berkali-kali dikirim tetap nggak bisa, “Maaf ya mbak. Kalau ternyata nanti bisa dikirim, saya kirim lewat sosmed teman saya tadi”. Berhubung tadi Ratna sempat berkenalan dan bertukar info sosmed dengan si mbak ini, akhirnya kata-kata itu terlontar. Alhamdulillah si mbaknya mau.

Sesampainya aku di rumah dan mengecek foto tadi, ternyata foto-foto yang nggak bisa dikirim itu berformat .nrw dan nggak bisa di-convert ke .jpg. Ada juga foto yang corrupt gitu. Saat dipindahkan ke laptop pun nggak terdeteksi kalau file foto tersebut ada. Selidik punya selidik, ternyata tiap kali kameraku nge-hang dan ponselnya mati, foto hasil bidikan itu nggak berhasil jadi ‘foto normal’ seperti yang lain. 😦 Akhirnya sampai saat ini ya foto-foto tersebut hilang begitu saja karena gak berhasil terdeteksi.

Sejak saat itu karena tahu ternyata kameraku sering ngambek, kadang malu-malu pinjem ponsel teman sampai sekarang kadang nggak tahu malu lagi ikut nebeng foto. wkwkwk

Kalau lagi malu-malu mau foto gitu kadang cuma bisa nangis meratap di pojokan (agak lebay -_- tapi kadang emang mengeluhkan sih :/ ). Tapi kalau udah nggak tahu malu gini ya suka langsung bilang ke teman-teman yang baik hati gitu.. hehehe

P_20160511_132339_1_BF_p.jpg
dok.pribadi (diambil dengan kamera ponsel Asus milik Fita)

Kalau di kampus, temanku yang namanya Fita ini selalu jadi teman yang bersedia minjemin ponselnya bergilir buat foto. Maklum, hasil bidikan kameranya sesuai yang diinginkan kaum hawa banget (bening, mulus, cerah, cantik! <3). Sampai-sampai kayaknya nggak perlu lagi pakai bedak supaya wajah terlihat putih. Nggak salah lagi, kamera brand Asus nggak mengecewakan. Jadi mupeng, pengin punya Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL. Biar besok-besok nggak malu-maluin lagi kalau ada yang nebeng foto kayak mbak-mbak waktu itu. Hehehe 😀

Kalau tadi bidikan foto saat lokasi di dalam ruangan dengan pencahayaan yang terang, sekarang dengan ruangan yang berbeda. Hasilnya masih jelas!

P_20151113_161127.jpg
dok.pribadi (diambil dengan kamera ponsel Asus milik Fita)

Uwoo uwoo… aku suka aku suka! 😀 Kalau di dalam ruangan aja udah jagoan nih Asus, gimana yang di luar ruangan? Ya, nggak? 😛

IMG-20150820-WA0007.jpg
dok.pribadi (diambil dengan kamera ponsel Asus milik Fita)

Makanya saat tahu Bunda Uniek bikin giveaway ini, aku antusias banget! Siapa tahu Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL jadi rejekiku, kan excited gitu punya ponsel yang bisa selfie sendiri gak perlu minjem lagi 😀 hahaha.. Maklum, masih banyak kebutuhan lain yang harus didahulukan dibanding hanya mengganti ponsel *eaaa padahal ponsel juga kebutuhan* wkwkwk

Yap, segitu aja ya curahan hati yang panjang lebar gini… Terima kasih untuk yang udah bersedia baca sampai pegel.. 😀

Tulisan ini diikutsertakan pada ‘Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com‘.

Iklan

6 thoughts on “Kisah antara Aku dan Kamera Ponselku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s