[REVIEW NOVEL] KARENA PERBEDAAN YANG MENYATUKAN

Tantangan Baca

 Judul buku    : Yozakura –Sakura Malam– (Metropop)

Penulis            : Primadonna Angela

ISBN                : 978-602-03-1227-9

Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama (@gramedia)

Ilustrasi sampul dan isi        : Yulianto Qin

Tanggal Terbit           : 2014

Harga              : Rp 70.000,00

Tebal               : 360 hlm; 20 cm

Rating             : 4 dari 5 bintang

 

Sinopsis :

Sakura season this year will be the most beautiful. Do you know why? Because probably it’s my last time seeing them…

Nila dan Akane, dua perempuan dari budaya dan bahasa berbeda. Semesta menjadikan mereka sahabat, dan jarak serta status sepertinya malah mendekatkan mereka. Namun sahabat terdekat sekalipun kadang masih menyimpan rahasia…

Ketika Akane divonis mengidap kanker, hidup dua sahabat itu pun berubah. Bagaimanapun, entah Akane akan menjadi seorang penyitas atau kalah dalam pertarungan melawan penyakitnya, mereka berdua bertekad: apa pun tak boleh merusak persahabatan mereka. Tidak juga rahasia.

Namun seperti ungkapan mono no aware, segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, Akane dan Nila harus berusaha menggapai bahagia… selagi bisa.

***

Pertama kali lihat cover buku ini, aku sudah langsung tertarik untuk menelusuri isi dari buku ini. Simple, tapi ada sesuatu yang memikat. Lantas benar, ternyata ketika membaca sinopsisnya, something happened in sakura season, pikirku.

Buku ini, dipersembahkan oleh penulisnya, Kak Angela, untuk sahabatnya yang telah berpulang –Nina Higa. Buku ini ditulis berdasarkan persahabatan mereka namun bukan dalam bentuk biografi melainkan fiksi. Aaaaahh so sweet

Maybe there’s something wrong in my mind sehingga aku nggak bisa nangis di adegan-adegan tertentu yang mengharu-biru di buku ini. Padahal buku ini memang menyentuh hati. Tentang kisah dua wanita yang bersahabat hampir separuh usianya dengan berbagai perbedaan.

Nila Haldisa. Kewarganegaraan Indonesia. Pecinta segala hal tentang Jepang. Sahabat Akane. Tunangan Daniel. Orang yang menepati janji. Terkadang dia sosok yang nrimo terhadap kejadian yang terjadi dalam hidupnya, namun manusia bisa berubah kan?

Akane. Kewarganegaraan Jepang. Pecinta segala hal tentang Indonesia. Sahabat Nila. Istri dari Hiro dan ibu dari Ron. Ada di dalam dirinya suatu sifat yang selalu membuat pria yang mengenalnya ingin melindungi dan merasa bahagia.

Persahabatan mereka yang erat dan kekal itu terpisahkan jarak ribuan kilometer. Mengherankan, bukan? Mereka biasa berkomunikasi lewat telepon, email. Berbeda kebiasaan, bahasa dan kebudayaan malah mempersatukan mereka. Hebat sekali sebenarnya! Aku jadi pengeeenn >_< mereka berkomunikasi dalam bahasa yang sebenarnya hanya mereka pahami sendiri. Campuran Inggris-Jepang-Indonesia. Tapi buku ini menyajikan bahasa Indonesia dengan beberapa istilah Jepang yang disertakan setelahnya, ada juga beberapa selingan berbahasa Inggris, sehingga pembaca tidak kebingungan apa artinya 😀

Banyak orang yang sulit memahami persahabatan mereka. Orang Indonesia bersahabat dengan orang Jepang??!!

“You two friends? Japanese and Indonesian, eh?” –hlm. 72

“Ha, if only it happened many years ago. Did you know that Japan used to occupy Indonesia? How can you two be friends when one nation used to brutalize another? Didn’t they teach you guys at school?” –hlm. 73

Terlalu banyak manusia yang sibuk bertumpu pada perbedaan. Tak mengherankan bukan? Malah sibuk mengurusi orang lain. Huh. Namun mereka berdua tak ingin bertumpu pada apa-kata-orang, mereka ingin mengumpulkan sebanyak-banyaknya kenangan manis sebelum Akane berpulang untuk selama-lamanya.

Akane, divonis mengidap kanker payudara. Lewat emailnya kepada Nila, Nila mengetahui ada yang bisa dibaca meski tidak dituliskan. Seseorang yang mengenal kita tahu hanya dengan mengamati gerak-geriknya. Tak usah ditanyakan langsung. Ada yang tidak diucapkan terang-terangan dalam email itu. Ketakutan. Kesengsaraan. Keputusasaan.

Beruntungnya, mereka sempat bertemu di Tanah Lot, Bali. Tempat yang ingin mereka kunjungi bersama setelah kunjungan Akane ke Indonesia sebelumnya, Bandung. Di sana, barulah secara gamblang Akane menunjukkan ketakutannya tentang sisa hidupnya. Masih terlalu banyak yang ingin dia lakukan. Karena seringnya, manusia selalu berpikir akan hidup selamanya dan mati belakangan. Memang begitu, kan? Tapi Nila sebagai sahabatnya berusaha menguatkan Akane.

“Ada kalanya kita meminjamkan kekuatan untuk orang lain, tapi yang kadang kita tak sadari, kita juga perlu membiarkannya mencari kekuatan di dalam diri. Karena itulah seseorang bisa bertahan menghadapi apa pun.” –hlm. 65

Sungguh sempurna rasanya hidup Akane di mata Nila. Akane memiliki seorang buah hati dan seorang suami yang benar-benar ‘suamiable’ hehe 😀 sedangkan dia sendiri masih dalam proses meyakinkan dirinya sendiri untuk melangsungkan pernikahannya bersama Daniel setelah dua tahun berpacaran. Dalam hati Nila, ia ragu untuk melanjutkan keputusannya itu karena sifat Daniel yang terlalu protektif itu agak mengganggu di waktu tertentu. Namun Tuhan tahu saat yang tepat untuk membuka rahasia dari kegelisahan hati umat-Nya, dan saat itulah Nila harus siap menerima kenyataan tentang Daniel.

Sahabat tetaplah sahabat, tetap insan yang punya sisi lain yang tak saling diketahui. Apa jadinya ketika sahabatmu ternyata diam-diam mencintai suamimu? Ah~ tak tahu bagaimana rasanya… penulis banyak menyelipkan rahasia-rahasia kecil namun berpengaruh terhadap rasa penasaran pembaca hehe ingin tahu lengkap ceritanya, bisa silakan dibeli dan dibawa pulang dari toko buku terdekat 😀

Pada akhirnya, ada kesempatan Nila untuk menginjakkan kaki di Jepang, untuk bertemu Akane tentunya. Tapi manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Semuanya tak sesuai dengan rencana kedua sahabat itu dulu. Dan di sinilah penulis mulai mendeskripsikan tentang keindahan Jepang dan destinasi wisatanya… 🙂 dan akhirnya aku tahu, makna judul dari buku ini dan benang merahnya dengan jalan cerita 😀

Banyak banget kalimat-kalimat kereeeennn yang bertebaran di buku ini! and here it is :

  • … Mau atau tidak, kita tetap harus berinteraksi dengan orang lain. Meski kita berduka atau ingin ditinggalkan sendiri, orang lain tidak sepenuhnya paham. Hidup terus berlanjut. Dunia terus berjalan dengan problematikanya masing-masing. –hlm. 41
  • Terkadang, orang-orang memang tidak mau mengerti. Karena mungkin di dunia mereka, lebih mudah menghakimi daripada memahami. –hlm. 51-52
  • Ada prinsip yang harus dipegang ketika memutuskan untuk menghabiskan seluruh hidupmu bersama seseorang –hlm. 117
  • Life is too short to be filled with anxieties. Life should be filled with happiness and warm thoughts. –hlm. 127
  • Pemilihan kata mencerminkan siapa penuturnya. –hlm.146
  • Apa mungkin di negaranya (Indonesia) nanti muncul kesadaran untuk menjaga lingkungan, disiplin diri yang tangguh? –hlm. 242
  • Kejadian-kejadian yang tak diharapkan akan selalu ada. Entah akan berakhir indah atau berujung asa yang musnah… –hlm. 266
  • “…Menulis bisa menyembuhkan dan memulihkan luka hati” –hlm. 278
  • “…Aku diajari sejak kecil, ucapkanlah janji yang kauyakini akan bisa kautepati.” –hlm. 286
  • “When you are young, you think nothing can stop you. You think you will live forever.” –hlm. 299
  • Cemburu itu seperti jantung yang memompakan darah ke sekujur tubuh. Sesuatu yang mungkin tak kausadari, tapi pasti. –hlm. 320

Tapi sayang banget banyak nama tokoh yang sepertinya entah salah ketik, atau tertukar, atau bagaimana, seperti:

  • Halaman 39, seharusnya ‘Nila’ malah tertulis ‘Akane’.
  • Halaman 123, seharusnya saat ‘Ron’ lahir, malah tertulis ‘Hiro’.
  • Halaman 189, seharusnya ‘Nila’ malah tertulis ‘Akane’.
  • Halaman 203, seharusnya ‘Sora’ malah tertulis ‘Hiro’.
  • Halaman 228, seharusnya ‘Akane’ malah tertulis ‘Nila’.
  • Halaman 232, seharusnya ‘Ron’ malah tertulis ‘Sora’.
  • Halaman 253, seharusnya ‘Hiro’ malah tertulis ‘Ron’.

Secara keseluruhan, aku suka gaya penulisnya menceritakan kisah Nila dan Akane yang sering diiringi dengan flashback, deskripsinya keren dan mudah dibayangkan… 🙂

Sukses terus untuk kak Primadonna Angela, novel ini cantik sekali untuk Nya-chan 😉 dia pasti sangat suka buku ini… sahabatmu, Nina Higa, akan terus hidup dan selamanya hidup dalam hati setiap insan yang mengenalnya :*

Iklan

4 thoughts on “[REVIEW NOVEL] KARENA PERBEDAAN YANG MENYATUKAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s