[REVIEW NOVEL] TUNANGANKU, PEMBUNUH?

Cover Gloomy Gift
dok. pribadi

Judul buku     : Gloomy Gift

Penulis           : Rhein Fathia (@rheinfathia)

ISBN               : 978-602-291-089-3

Penerbit          : Bentang Pustaka (@bentangpustaka)

Penyunting      : Pratiwi Utami

Perancang sampul   : Wahyudi

Pemeriksa aksara     : Septi Ws

Penata aksara          : gabriel_sih

Foto sampul              : iStock

Tanggal Terbit          : Maret 2015

Harga             : Rp 54.000,00

Tebal              : iv + 284 hlm; 20,5 cm

Rating             : 5 dari 5 bintang

 

TERKADANG CINTA ADALAH TENTANG MENGHADAPI KETAKUTAN TERBESARMU

Sinopsis :

Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.

Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.

Hal yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?

Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut berkepanjangan.

***

Kara Arkana. Seorang putri mungil yang rapuh, cengeng, girly dan manja khas anak tunggal dari pasangan suami-istri, Pandu-Belinda, dan sekarang telah menjelma menjadi gadis yang memikat, hangat, dan memiliki ketangguhan hati sekeras baja dibalik kerapuhannya. Penggemar cerita Disney Princess. Pemilik dan pengelola gerai kado di mal ternama di Jakarta yang bernama Glad to Gift You.

Zeno Ramawijaya. Tunangan Kara Arkana. Tipikal pria yang tidak banyak bicara dan terlihat judes kepada orang lain jika belum dikenalnya secara dekat. Memiliki sikap tegas dan sorot mata yang selalu tampak mengintimidasi. Tenang, kaku, bicara seperlunya. Namun ternyata sosok penyayang keluarga dan hangat kepada orang-orang terdekatnya.

Belinda.  Ibunda Kara yang merupakan seorang perancang busana. Ibu penyayang yang mampu mengelola emosi dengan baik, tetap tenang meski wajah anggunnya menampilkan kekhawatiran.

Garin Ramawijaya. Ayah dari Zeno dan Dhewa, kepala keluarga Ramawijaya. Mantan purnawirawan TNI AD. Founder SYL (Save Your Life) -organisasi rahasia.

Raymond. Pengusaha slash Bos Lintang Samudra (LS) . Seorang pria paruh baya berperut agak tambun dan pipi gemuk.

Pandu. Papa Kara. Sosok yang mendominasi sisi lain kehidupan Kara sekarang. Kehadirannya dalam ingatan kenangan masa lalu selalu membayangi Kara.

Bagaimana perasaanmu ketika akan menghadapi sebuah pesta pertunangan? Bahagia? Gugup? Cemas?

Itulah yang dirasakan oleh Kara menjelang detik-detik pertunangannya dengan Zeno Ramawijaya –seorang arsitek dan eksekutif muda berbakat yang memikat. Namun tak disangka di hari yang begitu istimewa, membahagiakan dan ditunggu-tunggu Kara malah menjadi momen melelehnya semua trauma akan masa lalunya.  Zeno tahu pasti kalau suara tembakan yang diletuskan oleh gerombolan LS pada hari pertunangannya itu akan kembali membuat Kara rapuh dan trauma.

Bagaimana jika dalam sekejap seseorang yang kau cintai berubah menjadi sosok yang tak kau kenal?

Bagaimana jika ternyata kenyataan menghadapkanmu bahwa tunanganmu adalah seorang pembunuh?

Beretta m9 -senjata Zeno. sumber: google
Beretta m9 -senjata api Zeno.
sumber: google

Bagaimana mungkin Zeno bersedia membongkar identitasnya kalau Kara pernah berjanji untuk ‘tidak akan pernah menjalin hubungan apa lagi menikahi pria yang memiliki pekerjaan maut tiap detiknya.’ –hlm.57. Zeno takkan pernah sanggup menghadapi kenyataan kalau seandainya Kara mengetahui dirinya merupakan bagian terpenting dari sebuah ‘organisasi rahasia’ yang dapat mengancam nyawa tiap detik. ‘Karena menceritakan identitasku sama saja dengan membuatmu pergi dariku!’ –hlm.154

***

foto1603
dok. pribadi

Novel ini merupakan novel bergenre action-romance pertama yang aku baca dan ditulis oleh penulis lokal! >_< Novel ini ringan dibaca dan adegannya mudah dibayangkan. Detail deskripsi dari berbagai ‘aksi’-nya nggak membuat jenuh pembaca, malah sebaliknya, membuat pembaca betah untuk terus membaca halaman per halaman yang penuh kejutan hingga tak terasa sudah tiba di halaman terakhir (ini agak nyesek kenapa tiba-tiba udahan ceritanya -_- hahah *ditoyor* ). Kerennya di novel ini penulis menggunakan nama sandi dan kecanggihan teknologi.

Romance di novel ini bukan seperti novel-novel romance lain yang menyuguhkan kisah cinta ala Cinderella meskipun tokoh utamanya pecinta Disney. Action dalam novel ini juga terasa nyata dan recommend banget untuk difilmkan! Settingnya lokal. Iya, di Indonesia. Sepertinya kalau Iko Uwais masih sixpack, dia cocok kalau memerankan tokoh Zeno. *agak maksa* 😀

Penulis menggunakan POV orang ke-3. Penulis berhasil menyedot pembaca masuk ke dalam cerita dan sukses membuat jantung pembaca seketika berdebar-debar, trenyuh, mencelus, sedetik kemudian tiba-tiba menahan napas, berganti jadi senyum-senyum sendiri, dan nyaris menjerit (Oke yang terakhir ini agak lebay karena aku sayang sama Zeno, tapi endingnya.. *ditampar Kara*).

Nah, kalau membicarakan ending dari novel ini tuh agak menggantung karena sepertinya (akan) ada lanjutannya *pantes kurang tebel*. Twist-nya ada di epilog. Tapi aku jamin kalian nggak akan terburu-buru untuk mencapai ending karena keseruan alur ceritanya.

Well, cover buku ini udah berhasil merangkum sosok tokoh utama (Zeno) yang misterius, cool, keren, gagah dan bertanggung jawab. Walaupun waktu itu sempat diadakan voting antara dua cover berikut,

cover novel GG
sumber: FP Penulis

aku bersyukur karena akhirnya Gloomy Gift dicetak dengan cover yang sekarang 😀

Kekurangannya yaitu kurang kompleksnya permasalahan (hanya mengenai pengejaran dan traumatik –kehilangan), ada beberapa kesalahan/kekurangan penulisan kata seperti ‘diluar’, ‘keluar kota’, ‘disekitarnya’, ‘kebelakang’, ‘data itu ada saku’.

Berikut ini quotes yang bertebaran di buku ini 😀 :

  • “Kadang kala selembar foto bisa menjadi benda mengerikan, hanya karena kemampuannya menghadirkan sosok yang tiada menjadi ada.” – hlm. 83

  • “Cinta bisa membuatmu mampu melakukan apa pun, termasuk melukai sosok yang kamu cintai.” – hlm. 129

  • “Kebanyakan pria menganggap wanita hanya sebagai makhluk yang ditadirkan untuk ditaklukkan, bukan untuk dilindungi. Materi sebanyak apa pun tidak akan memenuhi ‘rasa terlindungi’ yang wanita butuhkan.” – hlm. 133

  • “Jika masih rasional, itu bukan jatuh cinta.” – hlm. 138

  • Sometimes, someday means ‘I know it will be never happen.” – hlm. 139

  • “Karena setiap orang butuh kambing hitam untuk penderitaan yang dia rasakan.” – hlm 155

  • Someone you love has at least one secret that would break your heart.” – hlm. 185

  • “Lawan terberat setelah diri sendiri adalah sahabat sendiri.” – hlm. 216

  • “Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, tapi syukuri apa yang pernah kita alami.” – hlm. 242

  • “Hal paling menakutkan adalah kehilangan orang yang sangat kita cintai.” – hlm. 254

  • Sometimes, love is about facing your biggest fear.” – hlm. 264

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s