[REVIEW NOVEL] SEJOLI

foto1517

Penulis              : Wangi Mutiara Susilo (@WangiMS)

Penerbit            : Sekata Media (@SekataMedia)

Editor                : Patresia Kirnandita

Proofreader      : Ari Funatik

Penata letak      : Diandra Novitasari

Desain sampul  : Diandra Novitasari & M. Fadli

Tahun Terbit     : 2014

Tebal                 : viii+188 hlm

ISBN                  : 978-602-71655-4-0

Harga                 : Rp 40.000

Rating                 :  3 dari 5 bintang

Sinopsis :

Kenya : “Does he make you laugh?”

Rayya : “At least, he doesn’t make me cry.”

Buat Rayya, Kenya adalah seorang part time lover dan full time good friend. He’s number 1 on her speed dial button. Melewati hari Kamis yang notabene adalah hari paling dibenci Rayya bersama dengan cowok itu memberikan kesenangan sendiri. Amazing guy, itulah predikat yang Rayya sematkan diam-diam untuk Kenya.

Bagi Kenya, Rayya adalah his number one and two dalam bucket list-nya. Belum ada seorang cewek pun yang bisa melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda dan tetap bisa membuat Kenya tertawa dengan mudahnya. Namun, mencintai dan menjadikan Rayya sebagai pacar adalah dua hal yang berbeda buat Kenya. Dia takut melakukan yang kedua. Terlalu ngeri membayangkan sahabatnya menjauh kalau kelak dia menyatakan cinta.

Dua sahabat. Satu kisah tentang cinta diam-diam dan menyimpan rasa.

What if you find soul mate and best friend in one person that you least expected?

***

Membaca sinopsisnya membuatku seketika merasakan ada es yang meliuk di hatiku. Oh damn! ‘Dua sahabat. Satu kisah tentang cinta diam-diam dan menyimpan rasa.’  Nyeeesss! Baiklah, sekarang kalimat berikutnya, “What if you find soul mate and best friend in one person that you least expected?”

Nah, lho! Bagaimana tuh cara menjawab pertanyaannya? Kalau kamu akan melakukan apa? Kalau aku sih masih mikir keras hingga detik ini meski pun novel ini udah selesai aku baca beberapa hari yang lalu. Tapi kisah Rayya dan Kenya memang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Persahabatan mereka (Rayya dan Kenya) yang bisa dikatakan memang kelewat batas itu ternyata memang beralasan. Bagaimana tidak? Ketika sebuah persahabatan antara seorang cewek dan cowok yang amat lekat itu ternyata masing-masing menyimpan rasa cinta yang transparan. Namun sebagaimana mestinya cinta, di awal ia selalu berhasil disembunyikan dan akhirnya menjadi hal yang biasa saja dengan sebuah status ‘persahabatan’ walau pun se-transparan itu. Bahkan panggilan ‘sayang’ pun rasanya menjadi hal yang biasa saja. Itu yang mereka alami dan jalani.

Buat Kenya, mungkin aku adalah sahabat. Teman baik. Buatku, Kenya itu semuanya. Kakak, sahabat, teman baik. Tapi, nggak pernah jadi pacar. Kekasih. Nope. – (Rayya) hlm. 5-6

Frasa ‘I kinda like you’ punya arti tersembunyi: ‘I’m madly in love with you and absolutely adore you, but can’t actually say that because it sounds so creepy’. – (Kenya) hlm. 19

Ritual pertemuan setiap hari Kamis yang merupakan hari off-nya Kenya itu cukup menggambarkan kedekatan hubungan mereka. Seperti kalimat ‘Everything I do, I do it for you,’ itulah mereka berdua. Hang out sampai tengah malam, ngobrol random, nonton film bareng, dan segalanya bersama deh, pokoknya! (walau pun pekerjaan mereka berbeda, ya!)

Namun semua nggak berjalan mulus begitu aja. Pasti persahabatan pun ada riak-riaknya. So, wajar kan karena segala keakraban mereka bertahun-tahun itu si Rayya menanyakan statusnya ke hadapan Kenya? “What are we, Kenya?

Lalu, apa yang terjadi selanjutnya dengan kehidupan dan persahabatan mereka setelah Rayya menanyakan hal itu? Bagaimana ketika ada orang lain yang masuk ke kehidupan mereka?

Novel tipis ini dikemas dengan ringan, mudah diresapi dan dihayati. Sudut pandang di novel ini dibagi menjadi sudut pandang Kenya, sudut pandang Rayya dan sudut pandang Bayu. Jangan takut bingung membedakannya ya, kawan! Karena untuk membedakan mereka, di buku ini tiap sudut pandang disajikan dengan font yang berbeda dan ukuran yang berbeda juga. Intinya perbedaannya signifikan deh. Eh, kok tiba-tiba ada sudut pandang Bayu? Siapa tuh Bayu? Nah, untuk menjawabnya silakan baca sendiri cerita lengkapnya di novel ini ya? 😉

Novelnya keren banget Kak Wangi! Hanya saja entah mengapa aku hanya mampu memberikan 3 bintang untuk cerita seru ini. Ada sesuatu yang kurang menurutku. Maaf ya… tapi penjabaran ceritanya asyik kok! :*

Terima kasih juga kepada Sekata Media yang memberikan novel ini kepadaku hadiah Valentine kuis #giftsekata hehe jadi bisa ikutan galau bersama Rayya dan Kenya nih wkwk 😀

Sebagai quotes penutup supaya kamu penasaran:

“What about in the journey of searching soul mate, you lose your good friend?

That’s life. If you lose friend, you grow up eventually. You move on, continuing your life.

This too, will pass. You’ll be fine, eventually.” – hlm. 84

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s