[REVIEW NOVEL] RUNAWAY

foto1375

 Penulis               : Kezia Evi Wiadji

Penerbit              : Gramedia WidiaSarana Indonesia (@grasindo_id)

Desainer             : Chyntia Yanetha

Penata isi            : Abdurrahman

Tahun Terbit       : 2014

Tebal                   : vi+145 hlm

ISBN                    : 978-602-251-776-4

Harga                  : Rp 36.000

Rating                  :  4 dari 5 bintang

Sinopsis :

Amy dan adiknya, hidup bersama orang tua yang tidak lagi saling mencintai. Keberadaan sang ayah telah digantikan oleh materi, sementara sang ibu selalu menyakiti dirinya sendiri. Bertahun-tahun Amy merasa tidak bahagia. Gedung gereja dan kesibukannya sebagai panitia Natal selalu menjadi pelariannya.

Suatu hari, sepulang sekolah, Amy menemukan rumah dalam keadaan kosong. Hanya terdapat jejak darah di lantai dan di kamar ibunya. Sesuatu yang mengerikan telah terjadi dengan ibunya!

Karena tak mampu lagi bertahan, Amy melarikan diri. Lari dari keluarga yang tak lagi memberinya

Asa aman, kebahagiaan, juga kasih sayang.

Tetapi…

Seorang cowok menyebalkan, memergoki pelariannya itu!

***

Membaca cerita ini seolah mendengarkan kisah teman-temanku yang mengalami kisah serupa dengan yang dialami oleh Amy. Kau tahu bagaimana kisah Amy?

Amy adalah seorang cewek yang di masa remajanya justru mengalami broken home karena ulah orang tuanya. Aku takkan pernah berharap kalau kamu yang membaca novel atau review ini juga mengalami hal yang serupa dengan kisah hidup Amy. Semoga. Tapi, jika memang kamu adalah salah satu wujud dari tokoh Amy di dunia nyata, aku sarankan kamu meresapi pesan yang disajikan oleh penulis baik yang secara tersirat mau pun tersurat. 🙂

Awalnya Amy hanya mengetahui kedua orang tuanya bertengkar dan terus bertengkar selama beberapa tahun terakhir. Namun lambat laun akhirnya Amy mengetahui satu demi satu kenyataan dalam hidup yang tak ia ketahui sebelumnya. Rahasia terkuak! Papa-nya memiliki anak dari wanita lain. Hal itulah yang menyebabkan kedua orang tua mereka selalu bertengkar.

Amy, sosok cewek yang digambarkan oleh penulis sebagai cewek rapuh dan penyayang namun bertekad kuat untuk tegar di depan orang lain ternyata dipertemukan oleh cowok menyebalkan namun tampan rupawan 😀 uwoo uwoo cowok tengil tapi memesona itu perlahan tapi pasti mulai memenuhi ruang kehidupan Amy. Mau tahu namanya siapa?? Namanya Reno. Si cowok nyebelin yang selalu tebar cengiran khas dan mampu membuat pemudi-pemudi di sekelilingnya ‘klepek-klepek’ wkwk. Ya bagaimana tidak? Toh cowok yang konon katanya menyebalkan ini jago dalam bidang seni lhoo! Rasanya sebelum Amy (si tokoh utama ‘aku’), malah aku duluan yang jatuh cinta sama si Reno ini. Heheh

Siapa sih yang kuat bertahan di rumah mendengar pertengkaran-pertengkaran kedua orang tua yang terus menerus terjadi? Mama yang selalu menyiksa diri sendiri dan kehadiran Papa yang sekarang tergantikan dengan materi? Mungkin kalau aku jadi Amy, aku pun takkan kuat mengalami hal itu. Aku juga akan mencari sebuah pelarian, sama seperti Amy. Kalau Amy menjadikan Gereja sebagai pelariannya, aku masih bingung mencari pelarian lain. Hehe Yup! Amy sering banget pergi ke Gereja dan akhirnya memutuskan untuk menjadi panitia Natal demi menyibukkan diri.

Tapi ada yang lebih asyik lagi, Reno si cowok yang menyebalkan di mata Amy, ternyata dia juga menjadi panitia Natal lho! Kurang asyik apalagi coba 😀 makin geregetan aja deh si Amy yang niatnya sengaja menjadikan Gereja sebagai tempat pelarian malah bertemu si cowok menyebalkan itu melulu… nah, bagaimana kelanjutan kisah mereka? Lebih gereget lagi kalau kamu baca sendiri ceritanya! Ternyata Reno juga punya rahasia lho! Pokoknya Reno keren banget deh, ternyata dia bisa dewasa dan mendewasakan juga.

Novel edisi Natal yang ditulis Kak Evi ini tuh sebenarnya menyajikan kisah cinta yang manis. Walau pun aku sebenarnya nggak terlalu suka kisah yang manis, tapi ternyata Kak Evi berhasil membuat aku betah untuk menyelesaikan kisah antara Amy – Reno dan Amy – her family.

Ini beberapa quotes (hanya beberapa aja ya) yang aku suka dari novel ini :

  • Tetapi sekarang semua tinggal kenangan. – hlm. 25

  • “… Tapi kalau kenyataannya tidak bisa, apakah aku akan terus berkubang dalam kegetiran dan kesedihan sepanjang hidupku?” – hlm. 118

  • “Seburuk-buruknya orang tuamu, mereka tetap menyayangi kamu dan adikmu, ‘kan?” – hlm. 118

  • “Kebahagiaan selalu ada, hanya kita mau meraihnya atau tidak.” – hlm. 119

Sebenarnya ditemukan beberapa typo dalam novel ini, kalau tidak salah seperti penulisan ‘risi’ dan ‘risih’ karena keduanya ada di buku ini. Ada juga kata ‘yag’ yang mungkin sewaktu penulisannya nggak sengaja kepeleset padahal maksudnya ‘yang’. Ada juga kata ‘speed deal’ yang mungkin seharusnya ‘speed dial’ yang maksudnya ‘panggilan cepat’. Sejauh ini sih nggak masalah dengan typo yang terjadi. Hanya saja sayang sekali novel manis ini ada typo nya hehe 🙂

Ucapan terima kasihku teruntuk Kak Evi yang sudah memilihku sebagai pemenang Giveaway Kasih Sayang yang akhirnya berhasil mendapatkan buku ini bertanda tangan penulisnya langsung plus album foto Winnie The Pooh! Terima kasih juga telah melahirkan buku ini. Ini keren, Kak! Katakan sama Reno ya Kak, maukah dia selalu di sampingku? Wkwkwk 😀 *ditimpuk bantal*

Terima kasih sudah mau membaca review ini. Tinggalkan jejak ya! 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s