[REVIEW NOVEL] GERBANG TRINIL

foto1256

 Penulis              : Riawani Elyta (@RiawaniElyta) dan Syila Fatar (@liy_amalia)

Penerbit             : Moka Media (@mokabuku)

Penyunting        : Dyah Utami

Penyelaras akhir : Dedik Priyanto

Perancang sampul : Fahmi Fauzi

Ilustrator            : Fahmi Fauzi

Penata letak      : Tri Indah Marty

Tahun Terbit     : 2014

Tebal                 : vi + 296 hlm; 12,7 x 19 cm

ISBN                  : 979-795-874-4

Harga                : Rp 69.000

Rating                : 5 dari 5 bintang

Sinopsis:

Ia datang untuk mengungkap masa lalu.

Areta bukanlah gadis biasa.

Ia terobsesi pada fosil manusia purba Pithecanthropus erectus hingga suatu hari ia menemukan bahwa manusia purba itu belum punah.

Hanya untuk menemukan …

Penyelidikan Areta membawanya ke Trinil, Jawa Timur. Ia berusaha mencari kebenaran dan mengungkap rahasia yang disimpan neneknya. Namun rasa ingi tahu justru membawanya pada petualangan yang paling berbahaya.

Bahwa mereka datang untuk menghancurkan masa depan.

Bangsa Pithe bukan hanya kembali ke bumi. Mereka datang dengan misi untuk menguasai bumi dan menciptakan generasi baru di bumi, meski untuk itu manusia harus tersingkir dan punah.

Areta tak punya pilihan lain kecuali berjuang mati-matian. Karena sekarang, ini bukan hanya tentang nyawanya.

Ini tentang masa depan planet bumi.

***

Areta memang keren! Di saat semua cewek  pintar sepertinya rajin memberi contekan agar nggak dikucilkann dari pergaulan, Areta justru berbuat sebaliknya. Kalau cewek lain hobi nongkrong di kantin atau menonton cowok-cowok bermandi keringat di lapangan basket, Areta justru memilih mendekam di perpustakaan. Keren kan? Cewek lain di masa putih-abu pasti lagi sibuk ngobrolin tentang cowok, boyband, drama Korea, dll, sementara pikiran Areta malah kelayapan pada penemuan fosil terbaru di muka bumi.

Beruntungnya, Areta memiliki teman dunia maya yang masih merupakan kerabat dari Eugene Dubois si penemu fosil terbanyak di tanah Jawa, Harry Dubois. Terlebih lagi lelaki itu memiliki minat yang sama dengan Areta. All about bones. Namun Harry memiliki kesempatan yang lebih luas lagi karena ayahnya seorang palaentologist yang selalu sibuk dengan fosil-fosil. Nah! Dengan Harry Dubois inilah Areta dapat berdiskusi mengenai hasil penelitian-penelitian dan penemuan-penemuan terbaru tentang fosil, terutama Pithecanthropus erectus.

Sesuatu yang baru dalam penemuan ayah Harry terhadap fosil Pithecanthropus erectus di Trinil ternyata menemukan sesuatu yang aneh. Ayah Harry menemukan pecahan logam yang bersarang di tengkorak belakang, dan materi logam itu belum pernah ditemukan di muka bumi. Benarkah bahwa manusia purba sudah memiliki teknologi tinggi hingga mereka bisa berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa?

Petualangan Areta baru saja dimulai ketika menginjakkan kakinya di Trinil. Temukan dan rasakan sendiri petualangan Areta mengungkap rahasia yang disimpan oleh neneknya selama ini di novel Gerbang Trinil 🙂

***

Ini novel yang bergenre science fiction kedua yang aku baca. Kali pertama tahu novel ini dan lihat covernya itu langsung kepincut *eh. Tapi masa kamu nggak sih? Covernya yang serba biru plus gambarnya yang unik itu ada manusia purba Pithecanthropus erectusnya, gadis yang berlari melewati sebuah gerbang gitu. Apa lagi sinopsisnya yang bikin penasaran… intinya aku suka sama covernya apa lagi tulisan GERBANG TRINILnya yang timbul.  :*

Bahasanya yang ringan sepertinya juga mampu dipahami oleh remaja awal seperti adikku yang masih SMP 🙂 alurnya ngegemesin banget nih, bikin deg-degan sendiri, kadang-kadang tahan napas hehe

Buat kamu yang ngerasa pelajaran sejarahnya kurang *ngomong sama kaca*, nggak usah takut soalnya ini bacaan yang bener-bener bisa dipahami semua kalangan kok.  Ciyuuussss deeh 🙂

Nih aku punya sedikit quotes buat kamuu:

  • “…hanya kau yang pantas membawa benih ini. kau mencintai tulang belulang kami yang sudah membatu. Kau tidak akan memusnahkan kami.”- hlm. 175

  • “…mereka sudah jauh lebih baik dari saat aku pergi. Bahkan mereka lupa apa aku pernah terlahir ke dunia ini. Yah, harta memang membuat manusia kerap lupa pada masa lalunya. Tapi bagiku tak masalah. Yang penting mereka bahagia.”- hlm 226

Udah segitu aja ya biar kamu penasaran dan baca sendiri novel yang keren ini :p

Dibalik semua kelebihannya, novel ini juga masih punya kekurangan seperti typo-typo yang berkeliaran dan kata penghubung yang kurang. Tapi nggak masalah sih aku terlalu hanyut sama alur ceritanya jadi nggak sempet menandai yang di halaman berapa 🙂 . Yang aku inget sih ada kata kata ‘dengan’ yang tertulis typo di sana. Ada juga kata ‘silahkan’ yang diulang 2x kalau nggak salah. Selebihnya KEREN BANGETS! 🙂

Thanks yah kak Riawani Elyta dan Syila Fatar, berkat novel sci-fic yang mengangkat latar tempat di dalam negeri ini aku jadi makin suka sama genre sci-fic sekaligus jadi penasaran sendiri sama berbagai situs sejarah di Indonesia :* love banget sama bukunya, keren keren keren! Lebih keren lagi kalau diangkat ke layar lebar >_< hihihi pasti pesawatnya Pithe kereeen!!!!

Terima kasih juga kepada kak M. Rasyid Ridho yang udah bersedia memilih aku di GAnya sehingga aku bisa membaca novel keren ini. Juga tak lupa kepada Moka Media yang udah nerbitin novel keren dari penulis keren plus karena ada insiden novel ini belum sampe di tangan aku tapi ternyata fast respons 🙂 thanks a lot ❤

Iklan

4 thoughts on “[REVIEW NOVEL] GERBANG TRINIL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s