Kado Terindah

haru
[Diikutkan dalam lomba ultah ke-4 Penerbit Haru]

“Buuuunnn…. Ru pulaaannggg…” teriak Ayam Haru sambil berlari-lari kecil ke dapur menghampiri bundanya.

“Bubuunn….” panggil Haru manja.

“Apa?” tanya bunda heran.

“Tadi sore di taman belajar Paman Wallet, Endra diberi hadiah, Bun.”

Bunda meletakkan peralatan masak yang dipegangnya. Menatap Ayam Haru.

“Endra bisa jawab pertanyaan Paman Wallet ya?” tanya bunda.

“Bukan, Bun. Endra tadi ulang tahun… Terus Paman Wallet kasih cokelat ke Endra.”

“Lho, terus kenapa Haru sedih? Endra ngga bagi cokelatnya ke Haru ya? Kan cokelat itu kadonya Endra. Haru ngga boleh iri…” ujar bunda sambil mengusap kepala Haru dengan lembut.

“Tapi Ru pengen kayak Endra… Endra enak ya, Bun… teman-teman banyak yang ngucapin selamat.” rengek Haru.

“Ru ngga boleh iri.. Ayo sekarang ganti bajunya dulu!”

“Padahal Ru ulang tahunnya dua hari lagi, bun…”

Dengan langkah gontai Haru pergi ke kamar.

***

Dua hari berlalu begitu cepat. Kemarin sore pertemuannya dengan Paman Wallet dan teman-temannya berjalan biasa saja. Tidak ada kesan bahwa mereka mengingat hari ini ulang tahun Haru. Haru kesal.

“Kok tumben Haru ngga main sama temen-temen? Nanti dimarahi Paman Wallet lho kalau terlambat.” tegur bunda yang melihatnya mengurung diri di kamar.

“Libur, bun. Paman Wallet sedang menjemput Kak Audy di negeri seberang. Terus di luar sepi ngga ada yang main.”

“Oh, kalau begitu tolong ambilkan pesanan bunda di rumah Bibi Goose ya!”

“Iya.”

Tanpa menolak, Haru pergi ke rumah Bibi Goose dengan menunduk malas.

Masa bunda tidak mengucapkan apa-apa di hari istimewaku ini? pikirnya.

Tak lama, Haru sampai di rumah Bibi Goose.

“Bibiii…. ini Haruuu…” teriak Haru sambil mengetuk pintu.

Sepi.

Setelah menunggu beberapa lama namun tak ada jawaban, akhirnya Haru memutuskan untuk langsung masuk.

Gelap.

“Biiii… Ru disuruh Bubuuun ambil …”

TRAKK!! Lampu menyala..

“SELAMAT ULANG TAHUN HARUUUU!!!!” teriak seisi ruangan.

Haru kaget. Ia mengerjapkan matanya dan melihat ternyata semua teman-temannya ada di sini termasuk Paman Wallet, Kak Audy, Bibi Goose, dan … Ayah-Bundanya!

“Ayah? Ayah pulaaaannggg!!! Ayah Ru pulang!”

Haru langsung berlari memeluk ayahnya yang sudah setahun merantau.

“Ayah bawakan kue ulang tahun cokelat khusus buat Haru.” ujar ayahnya.

“Kalau bubun kasih ini.” ungkap bunda sambil menyerahkan kotak berwarna merah.

Tanpa banyak bertanya, Haru segera membuka kotak itu.

“Ini…”

“Ini mahkota, dengan empat buah gelombang sebagai simbol ulang tahun Haru yang ke-4. Semoga Haru suka.” bisik bunda sambil memeluk Haru.

“Ru suka, Bun! Merah!”

Sejak saat itu Ayam Haru memiliki mahkota di kepalanya. Jambul Merah.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s