[RESENSI NOVEL] PUTRI TIDUR TUATHINA

mimosa

Penulis                : Mimosa  Qiang

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Editor                  : Wienny Siska

Desain cover      : Marcel A.W.

Tahun Terbit      : Agustus 2014

Tebal                 : 296 hlm; 20 cm

ISBN                  : 978-602-03-0320-8

Harga                : Rp 59.000

Ini kali pertama aku baca novel dengan label “Amore” alias Novel Dewasa karena biasanya aku hanya membaca novel remaja (teenlit) atau young adult. Covernya yang unik dengan sentuhan warna yang lembut menciptakan kesan pertama terhadap novel ini terlihat ‘elegan’ dan ‘menawan’. Dan bagi siapa pun yang melihat cover ini pasti sudah dapat menebak bahwa novel ini adalah novel dewasa.

Penulis, Mimosa Q, ternyata adalah sosok penulis yang mampu membuat deskripsi-deskripsi yang detail membuat pembaca mampu membayangkan, menyelami cerita dan kisahnya terasa nyata. Dan karena memang dua tokoh utama dalam cerita ini adalah seniman (fotografer dan pelukis) maka ‘terlalu’ banyak deskripsi yang dituangkan. Untukku yang belum terbiasa dengan bacaan yang berisi deskripsi bertubi-tubi seperti ini, tidak dapat membacanya dengan cepat dan berusaha tenggelam dalam cerita untuk waktu yang lumayan lama. Tapi dibalik semua itu, novel ini ringan dibaca dan dicerna.

Aku juga jarang menemukan penulis yang menggunakan PoV orang ketiga dan Mimosa melakukannya dengan luar biasa. Pergantian sudut pandang dari satu sisi tokoh ke tokoh yang lain pun mengalir dan tidak membingungkan pembaca.

Dalam novel ini, Morena “Rena” Foresta (tokoh utama wanita) lebih senang menikmati hidupnya setelah menjadi lajang dibanding tiga tahun yang ia habiskan kala menjadi Mrs. Rex Rowlands. Bagi Morena, keseharian mengurus galeri, melukis, dan terkadang memotret, lebih dari cukup.

Pernikahannya dengan Rex Rowlands kandas setelah Morena menyadari bahwa ia tidak dicintai, ia hanya dipilih sebagai istri karena penampilannya. Rex menginginkan Morena sebagai trophy wife-hiasan saja-untuk dipamerkan dan dibanggakan. Tak peduli walaupun sudah beberapa kali Rena menyuarakan keinginannya untuk memiliki keluarga, anak-anak yang dapat dikasihi dan dilindungi sepenuh hati.

Kehidupan Morena yang digambarkan penulis ini selalu “mencari aman”, kisah hidupnya diawal terasa menyedihkan dan monoton tapi semenjak kehadiran William “Will” Haryono yang mengusik hidup Rena, kisah menjadi banyak ‘kejutan-kejutan’ menarik. Kehadiran pria itu yang mampu membuat Rena terlena dan terbuai untuk memikirkan membangun masa depan bersama.

Sayangnya, aku tidak menemukan puncak konflik yang aku kira akan membuat aku sebagai pembaca ‘geregetan’ akan kisah cinta mereka berdua. Konflik yang ditimbulkan penulis hanya sebatas kesalahpahaman antara keduanya yang awalnya tak berkesudahan tapi tanpa disangka selesai begitu saja.

Untuk aku, ending dari novel ini juga masih berada di garis abu-abu karena ‘ketenangan’ hidup si tokoh utama masih ‘menggantung’. Seolah-olah memberi kesan bahwa pembaca harus menerkanya sendiri.

Tapi overall, aku suka kisah romantis dan kehidupan yang diciptakan di negera Tuathina oleh Mimosa Q. Alurnya mengalir jelas. Gaya bahasanya ringan dipahami 🙂 ❤

Terima kasih Gramedia Pustaka Utama dan Mimosa Qiang. Sukses terus. ❤

Rating : 4 dari 5 bintang 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s