[REVIEW NOVEL] TIME[S]

foto1015

GWI 703.14.1.062

Penulis               : (@ayaswords)

Penerbit             : PT Grasindo

Editor                 : Fanti Gemala

Desainer kover  : Dyndha Hanjani Putri

Ilustrator            : Rizki Fadhillah

Penata Isi           : Novita Putri

Tahun Terbit      : 2014

Tebal                  : ix + 358 hlm.

ISBN                   : 978-602-251-608-8

“Temukan Sang Penjaga Gen, Temukan Simbol Yang Hilang, Temukan Orang Terakhir Yang Selamat, Lalu Temukan Aku.”

Sinopsis :

Kelompok pemberontakan terhadap Morgana Kompaniya yang mengatasnamakan diri sebagai MARS telah terbentuk. Seseorang bernama Vounder telah menyusun rencana pemberontakan ini sejak lama. Ia meninggalkan tiga buah petunjuk yang dibutuhkan dalam rencana pemberontakan itu di dalam buku The Ways to Survive. Dengan berbagai cara, akhirnya buku tersebut jatuh ke tangan Tatiana Hudgeson dan seorang Jupiter bernama Donald Hammer. Mereka berteleportasi menjelajahi waktu untuk mengungkap semua rahasia. Tatiana mengetahui kenyataan bahwa hanya dirinyalah yang bisa memecahkan petunjuk-petunjuk tersebut. Gadis itu tak punya pilihan selain melakukan pencarian itu, dengan Donald Hammer yang selalu setia melindunginya. Pencarian itu berujung pada terungkapnya rahasia-rahasia yang mengejutkan dan menghadapkan Tatiana pada dua opsi : terus berjuang dengan mengabaikan keselamatannya, atau menyerah dan terus hidup dalam pengejaran seperti sebelumnya?

***

Yeayy!!! Buku pertama yang berhasil aku baca habis di tahun 2015….

Baiklah, sudah baca sinopsisnya? Berarti tau dong novel ini bergenre apa hehe. Yapp! Genrenya itu sci-fic yang dipadu dengan romance manis.

Penasaran ngga? Sejujurnya sih ya, selama ini aku ngga pernah tuh baca novel yang bergenre sci-fic dan baru aja akhir-akhir pas mau baca novel ini tau kalau ada novel dengan genre ini. Aku taunya genre sci-fic cuma ada di film dan ngga ngebanyangin gimana cara bacanya supaya detail deskripsinya bisa kayak di film-film gitu kerennya. Tapi ternyata penulis berhasil mematahkan pemikiran aku itu. Karena isi novel ini ringan dibaca dan diselami oleh pembaca. #curhat

Entah kenapa ketika tau buku ini terbitan Grasindo yang sebenernya juga termasuk ke dalam Kelompok Kompas Gramedia, aku yakin kalau buku yang aku baca ini pasti keren. PASTI. (Kalau ngga percaya, buruan ke TokBuk terdekat terus hunting buku ini dan bayar di kasir segera 😛 )

Oke balik lagi ke novelnya,

Ini novel kedua setelah novel MASK[S]. Belum pernah baca MASK[S]? Ngga usah takut, aku juga sama, tiba-tiba langsung baca TIME[S] tanpa tau novel pertamanya. Tapi penulis sengaja mengemas novel kedua ini agar mudah dibaca oleh orang-orang yang pada awalnya belum pernah membaca novel pertamanya itu, buktinya sering diberikan catatan kaki tentang istilah-istilah tertentu yang mungkin memang ada di novel pertama. Jadi mudah aja buat yang belum pernah baca MASK[S] untuk mengikuti alur buku ini.

Alurnya yang penuh kejutan membuat buku yang lumayan tebal ini (358 hlm) ngga terasa dibacanya. Tata letak isi novelnya juga membuat mata nyaman membaca dalam jangka waktu yang lama walaupun ukuran fontnya yang lebih kecil dibanding buku lain jadi itu bukan masalah 😉 karena pertama aku dapetin novel ini dan lihat isinya sekilas langsung mikir, “Mantep nih buku rada tebel tapi tulisannya kecil-kecil, pasti banyak yang diceritain.” Hehe

Dan setuju juga sama pendapat-pendapat penulis lain tentang novel ini, seperti Mbak Ida (penulis dwilogi Andante) yang bilang kalau novel karya kak Aya ini harus dibaca sekali jalan. Aku juga waktu itu udah baca sekitar 20 halaman dan berhenti karena digangguin, akhirnya aku memutuskan untuk membaca ulang dari awal. Bukan, bukan karena ketika berhenti di satu titik maka ceritanya ngga bisa diikutin lagi, tapi karena ketika kamu udah masuk ke dalam TIME[S] kamu ngga akan sanggup nahan rasa penasaran kalau tiba-tiba ada gangguan, feelnya itu lohh… Ceritanya itu bikin geregetan, “Apa lagi nih? Kenapa lagi nih? Duuh…”

Sebenernya sayang sih kalau dibocorin nanti ceritanya ngga seru… Gini aja deh, bocorin sedikit yaaa..

Shenia, kekasih Stefhan si gen holder, akhirnya meninggalkan Indonesia dan berkumpul lagi dengan keluarganya di London. Ketampanan dan daya pikat Stefhan aku yakini memang menjadi trending topic di MASK[S] tapi pesonanya belum hilang di TIME[S]. Eh, gen holder itu apa sih? Gen holder adalah manusia super yang tercipta dari sebuah program rekayasa genetika oleh beberapa negara adikuasa dunia.

Stefhan yang ternyata (ini efek aku ngga baca buku pertama) punya saudara kembar bernama Tatiana dan sama-sama gen holder ini saling menyimpan rahasia ‘besar’. Sebesar apa sih? Sebesar opsi yang diberikan kepada Tatiana yaitu : terus berjuang dengan mengabaikan keselamatannya, atau menyerah dan terus hidup dalam pengejaran seperti sebelumnya?

(FYI. Stefhan dan Tatiana ini kembar cowok-cewek. Keren ya? Jadi pengen..  #salahfokus *ditoyor*)

Entah dengan alasan apa buku The Ways to Survive memang direncanakan jatuh di tangan Tatiana, hal itu tergambar jelas karena memang hanya Tatiana-lah yang mampu memecahkan teka-teki dari petunjuk yang terdapat di buku tersebut.

“Temukan Sang Penjaga Gen, Temukan Simbol Yang Hilang, Temukan Orang Terakhir Yang Selamat, Lalu Temukan Aku.”

 Dan itulah yang menyebabkan Tatiana dihadapkan kepada opsi tersebut.. Mungkin karena :

“Siapa orang yang bersedia menukar keselamatan dan ketenteraman hidupnya tanpa kejaran para agen pemburu orang-orang berkemampuan super, dengan apa pun? Itu pasti aku.”-Tatiana (hal. 27)

Tatiana tentu tidak akan sendirian, pasti ada Donald Hammer yang selalu setia melindunginya dan tak kan pernah membiarkan sedikit pun bahaya mendekatinya. (Aaaaaa ini yang bikin envy… ❤ )

Banyak banget quotes di buku ini tapi sayangnya diriku tidak mau membocorkannya nih. Nanti kamunya ngga seru pas baca sendiri. Soalnya banyak banget kejutan-kejutan di tiap halamannya~ nih contohnya :

“Dengar, Tatiana, kau tahu betapa salahnya mencurangi waktu. Kau tahu itu bisa jadi sangat berbahaya untukmu, tapi jangan pernah menyerah untuk melakukan apa pun yang menurutmu benar. Karena terkadang, sesuatu yang benar tidak selalu membuat perasaanmu baik.

Dan ingatlah siapa musuhmu, siapa kawanmu. Lawan dirimu sendiri untuk tidak beralih ke arah yang berlawanan dari jalan yang seharusnya kau ambil.” – Paman Flores (hal. 37)

Intinya aku merasa beberapa sifatku seperti Tatiana, dan aku juga jatuh cinta sama Don. Dan (semoga) tetap begitu walau aku membaca MASK[S] atau pun buku lanjutan TIME[S], MAGNET[S].

Lagi-lagi, FYI buku ini aku dapetin dari menangin giveaway di akun penulisnya. Aku ulang ya, AKUN PENULISNYA woy! Ehem *berdehem supaya keliatan wibawa* *dikeplak*

Sebelumnya mau sungkem dulu sama penulisnya, yang pertama karena udah bersedia memberikan kesempatan buat aku menang. Yang kedua karena mau nunggu aku ngereview novel dia, berhubung aku menang kuis bulan November 2014 dan sekarang udah 2015 tapi baru direview. Astaghfirullah yas… ckck dan yang ketiga, karena penulisnya friendly banget sampe mau baca cerpen pertama aku (setelah sekian lama vakum nulis) ya ampun aku ngga minta padahal ya.. *peluk cium kak Aya*

Walau sejujurnya aku merasa terjebak, terperangkap, atau apalah namanya ketika harus baca buku kedua tanpa tahu buku pertamanya, tapi no problemo… arus sudah membawaku ke ujung TIME[S] dan mendesakku untuk menanti MAGNET[S] hehehe

Pokoknya sekali pun ada typo, itu ngga akan mengganggu pembaca dalam menyelami isi cerita. Cerita yang keren abis Kak!! Ditunggu kelanjutannya, MAGNET[S] ya kalau ngga salah hehehe

Sukses terus Grasindo, sukses terus Kak Aya!! 🙂

Ratingnya 5 bintang buat kakak :* ❤

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s