[REVIEW NOVEL] CINTA 2 NEGARA

foto1139

Judul buku    : Cinta 2 Negara

Penulis           : Rere Putri (@Rere92Putri)

Desain Cover : Ilustory

Ilustrator         : Rere Putri

Layouter         : Fathur Rahman

Penerbit          : Javakarsa Media (@JavakarsaMedia)

Tahun Terbit   : Desember 2014

ISBN                : 978-602-1690-13-0

Ketika dua hati yang berjauhan merindu

Sinopsis:

Julian Reynaldi, pemuda Belanda kaya, bertemu Rein, gadis Bali yang sangat cantik, untuk pertama kalinya di Pantai Kuta, Bali. Kecantikan Rein membuat Julian tergila-gila pada gadis itu.

Dengan usaha yng tak kenal lelah, Julian berhasil mendapatkan hati Rein dan mengalahkan puluhan pemuda yang ingin memacari Rein.

Tak butuh waktu lama untuk membuat Julian yakin bahwa Rein-lah gadis yang ia inginkan untuk mendampingi hidupnya. Namun, keyakinan dan ketulusan Julian pada Rein terbentur peraturan keluarga besar Julian yang tidak mengizinkan seorang Belanda menikahi gadis pribumi. Aturan yang sangat kuno dan tidak masuk akal itu membuat Julian dan Rein tak berdaya. Sementara cinta mereka semakin hari semakin kokoh dan tak terpisahkan.

Akankah cinta Rein dan Julian mampu meluluhkan kerasnya aturan Belanda? Ataukah mereka harus menyerah dan mengubur cinta mereka untuk selamanya?

***

Okee, seperti biasa dalam review novel aku akan bahas dari cover sampai ke penulisnya juga hehe. Cover dari novel yang terdiri atas 192 halaman ini lucu dan menggemaskan! Aku suka karena picturenya sesuai dengan maksud penulis untuk menggambarkan isi novelnya.

Ketika dua hati yang berjauhan merindu, kalimat ajaib yang mampu menyihir pembaca yang sedang dirundung rasa rindu. Membaca sinopsisnya sebenarnya membuat pembaca penasaran apa yang menjadi ending dari novel ini, termasuk aku. Apa kedua tokoh ini berhasil mengukuhkan kisah cinta mereka? Beruntungnya Julian yang bisa merebut hati Rein.

Nah, gimana dengan isinya? Oh iya, tapi sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Kak Rere atas kelahiran novel perdananya ini ya 😀

Novel ini menceritakan tentang pemuda Belanda (Julian Reynaldi) yang tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis pribumi (Rein) yang ternyata mampu menyihir kehidupannya menjadi lebih berwarna. Kau tahu? Jatuh cinta pada pandangan pertama… (duh, so sweet ❤ ) Penulis di sini menegaskan bahwa hanya dengan tatapan mata saja, mampu membuat seseorang tergila-gila hingga sulit tidur.

Kalian tentu tau gimana rasanya kasmaran atau lagi jatuh cinta? Ya! Aku juga pernah *ehaha 😀 itulah yang dikisahkan di novel ini, bagaimana dua remaja yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama menjalani kisah hidup dan percintaannya. Usia mereka hanya terpaut 3 tahun. Hmm cinta kan memang tak pernah memandang usia… Jadi, ya wajar saja jika seorang cowok lebih tertarik terhadap cewek yang usianya di bawah dia dan begitu juga sebaliknya. Cewek lebih cenderung tertarik sama cowok yang usianya di atas dia.

Kisah cinta tidak semuanya manis dan berjalan sesuai dengan yang diinginkan bukan? di sini digambarkan kedua sosok yang  saling mencinta tapi terhalang oleh tembok kaca transparan yang bernama “jarak” ditambah lagi ayah si Julian alias Rey tidak merestui hubungan mereka berdua. Karena apa? Kalian dapat menemukan jawabannya di buku ini 😉

PoV atau sudut pandang yang diambil penulis sebenarnya adalah PoV 1 yaitu “AKU” tapi ada juga PoV 3nya menggunakan “DIA” atau “IA”.

Ada beberapa kalimat yang aku suka seperti :

“Bukan dari perhatian maupun kegigihan yang membuatnya memenangkan hatinya. Melainkan seberapa lama mereka saling merindukan di balik tembok kaca transparan yang disebut jarak.” Hlm.133-134

“Cinta sepihak? Itu tidak mungkin. Karena aku yang lebih dulu menyukaimu…” hlm 155

Ia hanya perlu menunggu. Menunggu kepastian yang akan kutunjukkan padanya. Hlm 166

Takdir seolah telah mengikat dua hati. Seperti sebuah benang kasat mata yang saling terhubung di antara jantung kami. Sebuah rasa yang tidak pernah berakhir dan keyakinan jika cinta sejati akan selalu kembali kepada pemilik hati.

Setiap penulis punya beberapa kekurangan, sepertinya ini yang saya temukan di novel ini.

Mungkin tanpa disadari ada beberapa hal/kejadian yang berulang kali sama dan terkesan monoton seperti :

  1. Beberapa paragraf pembuka diisi dengan menggambarkan penglihatan tokoh tentang langit & segala pemandangannya. Serta pendengaran tokoh tentang apa yang terdengar di telinganya.
  2. Aktivitas tokoh dimulai dengan penggambaran ketika bangun tidur dan diakhiri dengan penggambaran akan tidur.
  3. Terlalu banyak menggambarkan “senyum”. (Ya walaupun di sini sebenarnya untuk memperjelas atau menggambarkan ekspresi tokoh, tapi frekuensi munculnya terlalu sering)
  4. Paragraf-paragraf yang terlalu panjang. (Aku menemukan paragraf yg terdiri dari 34 baris atau bahkan sampai 37 baris)

Juga terdapat beberapa kekeliruan yang terjadi, seperti : Matahari telah terbenam di ufuk timur. (hlm. 16 dan 160)

Untuk kekeliruan penulisan seperti species typo sih sebenernya ngga ngeganggu pembaca kalau frekuensinya ngga sering. Tapi di novel ini kadang juga ketikannya kurang tanda baca jadi agak membingungkan.. Hmm.. Ada juga empat kali kata sambung “dan” dalam satu kalimat.

Oh iya, mungkin juga penulis ngga ‘ngeh saat di Part 12 paragraf 1 disebutkan “Sudah jam satu siang.” Tapi di paragraf 2nya penulis menyebutkan, “Merasakan pagi yang sangat dingin”. Nah loh kan bingung -_-

Teruntuk Kak Rere…

Untuk plot, sebenarnya kisah ini bisa seru banget loh, Kak Rere. Ciyuuusaaan. Hanya saja saat menceritakan kisah si tokoh dengan latar tempat di Belanda-nya kurang greget 😀 ditambah lagi seperti ngga kelihatan ‘klimaks’nya tapi ternyata tiba-tiba udah bagian ‘penyelesaian’ (aku ga akan ngelakuin spoiler di bagian ‘penyelesaian’ ini hehe) dan dengan mudahnya selesai begitu aja tanpa dikasih tahu bagaimana ‘cara’ penyelesaiannya. Aku jadi mikirnya, “Lhaaaa…. semudah itukah?” hehe. Jadi kurang melekat di hati.

Ini review dari aku Kak.. Maaf kalau terkesan menggurui, tapi aku ingin yang terbaik untuk kakak supaya karya ke-2, ke-3, dst bisa lebih baik dan melekat di hati pembaca. Sebelum dan sesudahnya, terima kasih atas buku yang kau kirim ini… terima kasih juga sudah memenangkan aku di giveaway novel perdana kaka… aku tunggu karya berikutnya 🙂

Salam sayang..

Pembacamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s