REVIEW NOVEL HEART TO HEART

Embedded image permalink

Judul buku : Heart To Heart

Penulis       : Lurlene McDaniel

Penerbit     : Diterbitkan pertama kali pada Juli 2014 di Indonesia oleh Laluna and Friends

Tebal          : 261 hlm.

Kurasakan hadirmu dari detak jantungnya

Sinopsis :

“Elowyn dan Kassey bersahabat. Mereka berbagi segalanya. Tapi satu hal yang belum Elowyn bagi dengan Kassey adalah bahwa dia mencentang kotak donor organ pada SIM barunya. Kassey mengetahui hal ini dengan cara yang mengejutkan dan menghancurkan – saat keinginan Elowyn, menjadi donor, akan segera terwujud.

Kassey dan Wyatt -kekasih Elowyn- semakin dekat setelah peristiwa itu. Kassey kerap merasa mengkhianati Elowyn. Namun, saat Arabeth datang membawa segala kenangan akan Elowyn, baik Kassey maupun Wyatt tidak dapat menjauh darinya.

Persahabatan, kehilangan, dan cinta datang dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan.”

Novel ini menceritakan mengenai kehidupan persahabatan, percintaan dan keluarga.

Persahabatan antara Elowyn dan Kassey berawal dari pertemuan di sebuah rumah sakit di musim panas sebelum kenaikan kelas tujuh. Hubungan mereka semakin erat karena mereka bersekolah di sekolah yang sama dan tinggal di  kompleks perumahan yang sama (hanya berbeda blok). Kassey membujuk Elowyn untuk ikut tim voli, dan seiring berjalannya waktu mereka menjadi duo yang terkenal karena prestasi yang gemilang. Pelatih menjulukinya dengan ‘duo dinamik’.

Sosok Elowyn sangat terbuka membuat mereka berbagi segalanya. Elowyn si pecinta segala yang berbau Prancis, mendekorasi kamarnya dengan tema pedesaan Prancis menjadi ciri khas tersendiri. Elowyn menginginkan berbulan madu di Paris, memiliki pasangan yang merupakan murid pertukaran pelajar dari Prancis dan menikah dengannya (padahal dia masih anak SMP).

“Ini pedesaan Prancis,” kata Elowyn. “Prancis tempat favoritku. Romantis banget, deh. Aku ingin ke Paris saat bulan madu.”

“Memangnya kau mau menikah cepat?” –Kassey

“Suatu hari nanti… dan pasanganku pasti ganteng sekali. Mungkin aku akan ketemu murid pertukaran pelajar dari Prancis dan menikah dengannya.” –Elowyn (hlm 12)

Dari sisi keluarga, keluarga Elowyn lengkap : Elowyn Eden, Terri –ibu Elowyn– dan Matt Eden –ayah Elowyn–. Mereka menyukai kehadiran Kassey sebagai sahabat Elowyn walaupun kondisi keluarga mereka berbeda. Kassey hanya hidup berdua dengan Mom-nya karena ayahnya … (baca aja sendiri 😛 )

“Kuakui, hubungan Elowyn dengan ayahnya-lah yang paling membuatku iri, sebab aku tumbuh tanpa Dad di sisiku sejak waktu yang lama.” –Kassey  (hlm 13)

Bagian 1 menceritakan bagaimana Kassey menjalani hari-harinya sebagai remaja dengan sahabatnya (Elowyn) dengan sudut pandang Kassey sebagai ‘aku’. Voli, liburan, keluarga Kassey, termasuk masalah percintaan mereka. Namun sedikit demi sedikit dunia Kassey yang nyaman mulai bergeser sejak Elowyn mempunyai pacar. Namanya Wyatt Nolan.

“Dia dan Wyatt tak terpisahkan. Yang artinya aku disingkirkan. Oke, mungkin bukan disingkirkan, tapi aku dinomorduakan dalam prioritas hidupnya. Elowyn begitu tenggelam pada cowok ini. awalnya, aku merasa kasihan pada diri sendiri. Saat sahabat kita asyik menikmati ‘cinta’ dan tak ada tempat untuk orang lain, kita jadi merasa terluka.” –Kassey (hlm 20)

Singkat cerita, tragedi kecelakaan yang dialami Elowyn pada suatu malam membuat perubahan terbesar di kehidupan tokoh lainnya. Itu berarti alur novel ini sudah sampai pada timbulnya konflik. Seperti yang tertera di sinopsis, ternyata Elowyn mencentang kotak donor organ pada SIM terbarunya (mobil baru hadiah ulang tahun ke-16nya) namun Kassey tidak mengetahui itu. Di sini bagian yang aku suka, makanya baca sendiri yaaa.. hehe

Yang membuat aku menahan air mata adalah saat-saat dimana keikhlasan seorang ibu merelakan anaknya yang mengalami kematian otak dan mendonorkan organ-organ tubuh anaknya tersebut. (loe lebay yas…*ditimpuk*)

“Itu yang diinginkannya. Dia akan kelihatan sangat baik setelah… setelahnya. Dia akan terlihat sama dari luar tubuhnya. Organ-organnya akan menyelamatkan banyak nyawa dan …” –Terri

Dan memang benar kalau organ Elowyn telah memberikan kehidupan baru untuk Arabeth. Sosok Arabeth yang mengalir seperti Arabeth yang asli, namun sejurus kemudian ia berubah seperti Elowyn. Itulah sebabnya kehadiran Arabeth seperti menghidupkan kembali Elowyn. Banyak kejadian-kejadian yang membuat tokoh lain melihat Arabeth sebagai Elowyn bukan sebagai Arabeth…

Yang ngga aku suka di sini tuh Wyatt Nolan.. kenapa? Buat yang cewek, bisa kalian baca kenapa aku ga suka dia hahaa

Intinya banyak quotes bertebaran di novel ini (langsung hunting bukunya di tokbuk terdekat yaaa!!)..

Entah karena aku yang tidak memperhatikan atau memang tidak ada typo kecuali di halaman 35

Kuambil ponsel, dan mengakngkatnya.

(aku yakin memang tidak ada typo lain kok) dan kalimat itu tuh saat di mana penulis akan membawa pembaca ke saat-saat mendebarkan (ini lebay lagi yas..). Tapi aku bingung kalau kata ‘dinomor duakan’ itu seharusnya jadi dua kata atau satu kata ya? Soalnya aku tahunya digabung jadi satu kata.

Terima kasih juga untuk penerbit yang telah mengadakan kuis dan memilihku sebagai pemenang jadi aku bisa baca novel yang bikin aku penasaran karena sweet banget covernya.. hehe

4 bintang buat novel ini hehe

Sukses terus untuk @studiokatabooks dan Lurlene McDaniel 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s